1. Home
  2. Magazine
  3. Interview
Interview

DJ Interview - Electric Barbarellas (Indonesia)

By Jonathan Rolandez
on Sun 20 May 2007
Hey Devina, hey Milinka, what's up? We're from indonesiaclubbing. So happy to see you girls tonight! And thanks for the occasion to interview you!
D & M : Hello! You're welcome!
So...Kita mulai saja interviewnya ya, ini bukanlah interview oldstyle dimana kami akan bertanya hal-hal yang terlalu formal karena semua orang juga sudah tau tentang EBDJ. Kami ingin bertanya hal-hal yang lebih jauh, lebih dalam mengenai kalian berdua. Seperti misalnya tentang Vertigo. Vertigo adalah tempat dimana kalian berdua pertama bertemu kan?

D : Ya, sekitar beberapa tahun lalu ketika Vertigo pertama dibuka.

M : Sebelumnya kami sudah pernah ketemu, tapi tidak pernah kenalan. Jadi ya, memang Vertigo-lah tempat dimana jalan kami pertama bertemu.

Waktu itu kalian bekerja sebagai PR Marketing disini kan? Dan sekarang, hampir 2 tahun setelahnya kalian sudah menjadi DJ terkenal dan kembali ke Vertigo lagi untuk gig malam ini. Adakah perasaan spesial bermain sendiri karena sejarah pertemuan pertama di Vertigo?

D : Vertigo telah menjadi dan akan selalu menjadi tempat favorit saya, rumah kedua saya. Saya sudah lama sekali sering kesini dan saya kenal setiap sudut Vertigo, setiap saya bermain disini saya merasa lebih kuat, dan sangat antusias untuk membuat crowd happy.

M : Tentu saja untuk saya Vertigo spesial karena saya pertama bertemu Devina disini, tapi saya suka setiap tempat dimana kami pernah main. Tentu Vertigo ada arti yang lebih besarnya, tapi di setiap gig kami selalu berusaha memberikan yang terbaik kok.

Okay... Tanggal 8 Juni, kalian akan bermain 8- hour Set di X2 bukan di Vertigo? Bisakah kalian ceritakan artinya gig mendatang ini? Karena saya pikir di Indonesia, ketika seorang DJ melakukan 6, 7 atau 8-hour Set, artinya DJ ini sudah naik levelnya, karena normal set DJ di sini hanya 1-2 jam maksimal...

M : Kami memilih X2 karena X2 lebih besar dan kami membidik promosi besar untuk set 8 jam Juni ini... Kalian lihat sendiri malam ini dancefloor penuh dan ini belum semua crowd kami lho. Kami ingin semua orang yang penting bagi kami, friends, fans, supporters, bisa dataang ke gig tanggal 8 Juni ini, karena memang 888 penting artinya - 8-hour Set, 8th of June, 8 DJs (enam supporting DJs dan kami berdua).

D : Ya, ini pertama kalinya kami akan main 8-hour Set. Don't forget to come, of course.

Kami akan dengan senang hati datang! A event not to miss, two gorgeous ladies dan enam DJ lainnya back to back set...

M : Ini juga akan jadi pembuktian untuk semua yang masih juga mendiskriminasikan DJ cewek... Kami akan tunjukkan bahwa kami bukan hanya boneka cantik, kami betul-betul DJ.

D : Ini adalah tantangan untuk kami, setelah menang REDMA 2007, kami adakan gig ini tidak cuma untuk berterimakasih pada yang telah memilih kami, tapi juga untuk membuktikan kami punya kemampuan, tidak hanya semangat.

Hal yang menarik - memangnya ada ya diskriminasi DJ cewek. Memang sih ada beberapa DJ yang beranggapan, "DJ cewek hanya menjual image tanpa memiliki kemampuan".

D : Sejak awal kami sudah dihadapkan pada masalah lama ini... Banyak yang masih beranggapan bahwa cewek tidak bisa melakukan yang cowok bisa. Mereka tidak mengerti atau tidak tahu bahwa cewek juga bisa memiliki obsesi seperti cowok. Saya selalu tertarik dan mencintai musik dan kemudian saya tertarik pada electronic music. Setelah saya menemukan obsesi untuk mixing dan kemudian berpasangan dengan Milinka, kami pun sadar kami tidak sempurna tapi kami selalu bersemangat belajar, mengeksplorasi lebih lanjut teknik DJ, bagaimana memperbaiki kemampuan kami.

M : Semuanya tentang kerja keras. Jika seseorang ingin benar-benar melakukan sesuatu maka ia akan menemukan jalan untuk berhasil.

Tapi kalian kan juga tahu ada DJ cewek dari Eropa yang main bertelanjang dada... Apa pendapat kamu tentang DJ-DJ cewek ini?

D : Saya tidak setuju konsep ini. Come on, kamu DJ atau stripper? Kamu tidak butuh mempertontonkan tubuh kamu untuk menarik orang!

M : Yep, DJ-DJ topless ini hanya mendukung pendapat orang yang menganggap jelek DJ cewek yang jual tubuh dan tampang untuk jadi terkenal. Saya setuju dengan Devina - tidak perlu telanjang, kalau kita main bagus, orang juga akan menyukai kita. Saya tidak akan pernah melakukan gig telanjang dada hanya untuk uang. Tidak dengan T besar.

Ya, tapi kamu tahu sendiri kan banyak kontroversi soal ini. Mengenai main telanjang dada, jadi kamu tidak akan pernah mau nih, meskipun misalnya ditawari sejuta dolar plus kesempatan main di tempat terkenal seperti Ibiza misalnya?

D & M : NO!

M : Nggak perlu jauh-jauh ke Ibiza... Disini juga sudah ada yang pernah nawarin kami berdua untuk main telanjang dengan bayaran sangat tinggi, tapi seperti saya bilang tadi uang bukanlah segalanya. Bukan soal uang yang membuat saya jadi DJ, tapi kecintaan saya pada musik.

D : Iya, beberapa orang menelepon manajer kami untuk bertanya apakah kami mau tampil telanjang, tapi dia juga tahu kok kami nggak akan mau, jadi dia menolak semua tawaran itu. Percaya deh, jika kamu lurus-lurus aja, orang akan menghormati kamu. Sekarang sih tidak ada yang nawarin lagi karena ditolak terus dan kami juga menegaskan bahwa kami tidak tertarik, dan orang menghormati keputusan ini.

Bagaimana dengan fans yang annoying dan agak-agak stalking? Ada nggak fans seperti itu?

M : Kami sayang dan menghormati fans kami dan sekarang kami punya groupies sendiri... Kadang-kadang ada sih yang terlalu fanatik sampai mengganggu, kalau sudah begitu kami bilang baik-baik dan memberi mereka pengertian bahwa tidak dengan jalan berkelakuan jelek lah mereka bisa mendapat simpati kami.

D : Sekarang juga kami punya beberapa teman yang menjaga kami kemanapun kami pergi... Kami berterimakasih sekali kepada mereka karena mereka membantu menjaga kami dari hal-hal yang tidak diinginkan.

M : Kami juga tidak pernah lupa bahwa tanpa fans kami bukan apa-apa, jadi kami mencoba selalu bersikap baik karena mereka penting bagi kami. Hubungannya harus mutual.

Ganti topik ya. Sebagai DJ cewek yang cepat sekali naik, dan sekarang sudah jadi elite premier line ups di Indonesia, banyak sekali cewek yang memutuskan mengikuti jalan kamu menjadi DJ dan menganggap kamu sebagai panutan. Ada saran untuk mereka?

D & M : Jadilah diri kamu sendiri, jangan pernah berhenti belajar, buka diri kamu dan jadikan musik sebagai obsesi dan semangat kamu, bukan sebagai cara mendapat uang dengan mudah. Buktikan bahwa DJ cewek juga bisa hebat!

Saran bagus. Bagaimana dengan kalian, adakah role model yang memiliki influens bagi kalian?

D : Saya punya terlalu banyak DJ yang saya jadikan panutan. Terlalu banyak, nggak bisa disebutkan satu-satu.

M : Lokal DJ, tentu saja Romy. Panutan, mentor, influens saya... Internasional Paul Van Dyk karena tidak saja dia DJ hebat, dia juga tetap rendah hati meskipun sangat terkenal, dia orang yang simpel dan hidup sehat, memiliki keluarga bahagia. Saya juga sudah menikah dan punya seorang anak perempuan yang masih sangat kecil, dan saya happy melihat ada orang seperti Paul di dunia DJ.

Kalian kan setengah Eropa... Bagaimanakah kalian menilai diri sendiri, nilai-nilai yang kalian miliki sebagai anak berdarah campuran dan berasal dari multicultural backgrounds?

D : Tentu saja saya merasa saya adalah orang Belanda dan Indonesia pada saat yang sama karena ayah saya orang Belanda. Tapi sepertinya Milinka punya ekspresi lebih tepat untuk menggambarkan hal ini....Tell them, Mil...

M : We're universal people living in Indonesia! That's the best way to say how I feel about myself and that applies to Devina, too!

Great quote! Well, kalian kan memang berasal dari background yang mirip, jadi mungkin inilah resep kalian menjadi duo yang solid? Kami sering mendengar tentang girlsband yang bubar tak lama setelah mereka sukses karena sebetulnya mereka tidak memiliki latar belakang yang sama...

D : We work together, we're partners, but above all we're bestfriends!

M : That's our secret recipe of solid duo! And I hope our duo will last till we get old.

Well, girls, rasanya waktu sudah habis... Pertanyaan terakhir : kapan mau go international?
D & M : It's a big project and we're planning it... We'll tell you more later!
Thanks, mudah-mudahan proyek go international ini bisa secepatnya jalan dan selamat manggung... Have a good gig tonight!
D & M : Thanks, bye!

COMMENTS

ARTISTS RELATED

-

Delizious Devina

3.6K Hits
-

Milinka Radisic

1.5K Hits

RELATED ARTICLES

Interview
Tue 17 Jan 2017

DJ Interview - Jeia (Indonesia)

Yuk kita lihat exclusive interview IC crew bersama Jeia!
6 shared tags
Interview
Mon 27 Nov 2006

DJ Interview - Riri Mestica (Indonesia)

5 shared tags
Interview
Thu 1 Mar 2007

DJ Interview - Ferre (Indonesia)

5 shared tags
Interview
Sun 1 Jan 2017

DJ Interview - T-Sha (Indonesia)

Mau tau obrolan kita sama T-Sha? Simak yuk!
5 shared tags
Interview
Wed 1 Feb 2017

DJ Interview - Danti Hanoum (Indonesia)

IC crew exclusive interview with Danti Hanoum!
5 shared tags
Gallery
Thu 20 Jul 2017

DJ Gallery - Delizious Devina (Indonesia)

Liat foto-foto super keren dari Devina yuk!
5 shared tags
Bio
Wed 26 Nov 2008

Dj Biography - Milinka Mikaela Radisic (Indonesia)

4 shared tags
Interview
Fri 8 Jan 2016

DJ Interview - Pep And Rash (Netherlands)

Pep and Rash merupakan duo DJ asal Netherlands yang sangat goks guys.
4 shared tags
Listing
Sun 6 Mar 2016

Indonesian Legendary DJs

Ini beberapa Legend DJ yang ada di Indonesia!
4 shared tags
Story
Tue 11 Oct 2016

Local DJ Of the Week #34 - Akhdan

Salah satu Resident dari Fable dan juga salah satu DJ dari Trigger, Akhdan!
4 shared tags
Interview
Thu 26 May 2016

DJ Interview - Heatbeat (Argentina)

Heatbeat - Agustin Servente, finally back to Indonesia!
4 shared tags

STATS

RANK
HITS
4.8K
HITS
Interview - DJ Interview - Electric Barbarellas (Indonesia)