1. Home
  2. Magazine
  3. Interview
Interview

DJ Interview - djB (Singapore)

By Jonathan Rolandez
on Sat 7 Apr 2007
Halo! Pertama-tama, kami senang sekali bisa ketemu kamu di Jakarta.
Well, thanks!
Jadi, stage name kamu kan djB, tapi nama kamu sebetulnya siapa?
Bayden.
Berapa lama kamu sudah bekerja sebagai resident di Zouk?
Wah, sudah lama sekali, hahaha... Saya di Zouk sejak delapan tahun.
Wah, memang sudah lama sekali. Kami belum pernah ketemu DJ Indonesia yang menjadi resident selama itu di sebuah klub. Ada alasan tertentu kenapa kamu betah di Zouk?
Saya cinta Zouk, Zouk adalah tempat yang sangat menyenangkan, dan saya cinta pekerjaan saya, jadi yaa sepertinya saya tidak akan pindah kemana-mana dalam waktu dekat.
Apakah ini pertama kalinya kamu main di Jakarta?
Bukan. Saya pertama kali main di Retro (Jakarta) sekitar 3 tahun lalu.
Apakah orang Singapura lebih apresiatif dan antusias dan cenderung audiophile alias penikmat musik sejati, ataukah mereka kebanyakan eventgoer - pergi event dan setelah pulang tidak begitu ingat lagi musik apa dan DJ siapa yang tadi perform di klub?
Ada dua jenis orang di Singapura. Kebanyakan, sekitar 70%, menganggap clubbing itu untuk having fun, menikmati musik, sambil minum-minum. Sisanya sangat selektif dan sangat memperhatikan DJ dan mixnya. Tapi tentu saja, semua clubber akan meneriaki kamu jika mix-mu buruk! Jadi ya audiophile atau eventgoer, semua clubber berhak untuk mendapatkan yang terbaik dari kita sebagai DJ.
Carl Cox seharusnya minggu lalu perform di Embassy. Tapi, sehari sebelum event, tanpa alasan jelas kecuali bahwa ia sedang sakit, Coxie membatalkan gignya begitu saja. Masalahnya, ini sudah kedua kalinya dalam beberapa bulan ia membatalkan gig di Indonesia. Apa pendapatmu mengenai ini?
Dapat dimengerti, tapi sedikit kurang profesional ya, menurut saya. Jika kamu mengikatkan diri ke dalam kontrak dan tanggalnya sudah ditentukan berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan sebelumnya, kamu seharusnya bersedia bertanggungjawab untuk tidak mengecewakan penonton yang sudah menunggu-nunggu kedatanganmu. Tapi masalahnya bisa jadi karena safety warning. Saya tinggal di negara yang bertetangga dengan Indonesia dan saya tahu pasti bahwa travel warning yang dikeluarkan oleh negara-negara asing kadang dapat terdengar berlebihan, sebagai orang Indonesia kamupun tidak akan menganggap serius larangan wisata ke Indonesia tersebut, tapi kamu juga harus mengerti, bagi orang Eropa atau Amerika, segala sesuatu yang berhubungan dengan bom, teroris, dan flu burung itu dapat terjadi kapan saja di Indonesia, meski sebenarnya tidak begitu.
Apa pendapatmu mengenai musik bajakan yang semakin berkembang belakangan ini?
Sebagai produser musik, jelas ini sangat buruk. Orang cenderung untuk mendownload tidak hanya beberapa lagu, tapi sekaligus satu album langsung. Lagipula di Asia semua bajakan bisa didapat dengan mudah dan harganya murah, semakin membuat orang tidak ingin membeli yang legal dan berharga mahal. Saya juga produser musik jadi saya sangat mengerti betapa buruknya keadaan akibat bajakan ini. Sepuluh tahun lalu ketika download belum ada, setiap kali ada DJ Asia yang merilis album maka biasanya album tersebut akan terjual paling kurang sepuluh ribu kopi, bahkan dua atau tiga puluh. Sekarang, jika kamu bisa menjual dua ribu kopi saja itu sudah bagus. Sekarang ini DJ Asia membuat album atau menjadi produser musik untuk mendapat tanggal booking, bukannya untuk menjadi kaya raya berkat penjualan album seperti artis pop misalnya.
Tapi di sisi lain, beberapa DJ tak dikenal meluncurkan debut mereka dengan mempublikasikan musik mereka yang dapat didownload secara gratis di MySpace.
Ya, tentu, karena dengan menaruh mix-mu di MySpace, akan ada ratusan bahkan ribuan orang yang dapat mendengarkannya lewat halaman profil MySpace-mu. Tapi MySpace itu hanya untuk cepat ngetop, bukan jalan menuju kesuksesan mutlak.
Sudah pernah main di Eropa?
Ya, di Roma, Italia, dan Yunani. Negara-negara seperti Inggris, Perancis atau Jerman sangat sulit ditembus karena mereka memiliki DJ besar sendiri, tapi nanti juga mereka sadar bahwa Asia juga punya potensi, meski mungkin lebih sedikit jumlah DJ besarnya daripada Eropa saat ini. Tapi Italia dan Yunani saat ini memiliki dance music yang bagus, mungkin dalam 5-10 tahun ke depan mereka akan memiliki kedudukan sama seperti Inggris atau Amerika.
Mengenai topik perkembangan jumlah DJ... Bagaimana menurutmu perkembangan kultur DJ Asia sekarang?
Mungkin memang lebih tepat disebut trend daripada kultur ya. Sekarang ini semua orang juga DJ di Singapura, di Indonesia mungkin juga begitu? Tapi hanya segelintir saja dari DJ-DJ baru ini yang akan tumbuh menjadi DJ besar, karena kreativitas tidak dijual sepaket dengan software CDJ yang mereka beli (atau download dengan gratis??). Ada banyak hal, sangat banyak aspek yang harus dipelajari sebelum kamu menjadi DJ sesungguhnya, tidak cukup hanya dengan me-mix lagu orang lain dan memainkan lagu yang sedang populer terus menerus..
Genre-mu house ya? Disini kebanyakan DJ baru mengklaim bergenre "Trance", tapi sebetulnya mereka hanya bisa memutarkan lagu-lagu yang sedang top yang bisa saja electro, bastard pop, house, dllsb. Jadi ya mereka bukan main genre trance, sebenarnya.
Ya, betul, house, electronica, saya memang cenderung lebih menyukai sisi lembut musik elektronik. Saya bertahan di genre ini karena saya senang melihat orang dapat menikmati musik saya. Jika kamu main trance, biasanya audiens juga dalam keadaan trance. Dan ada ruang kreativitas yang lebih besar untuk berkembang di dalam house genre.
Ya, kami mengerti... Bagi kamu musik itu hidupmu ya?
Betul. Saya kerja di Zouk lima hari seminggu, seperti layaknya pekerjaan biasa. Masalah lain lagi dari DJ-DJ baru ini mungkin karena mereka tidak melihat bahwa mixing itu adalah pekerjaan betulan, mereka cuma memandang DJing sebagai cara instan mendapat uang cash, cara mudah mendapat cewek, dan cara tercepat menuju ketenaran. Mereka melupakan bahwa, jadi DJ adalah sebuah profesi yang kamu pilih bukan hanya untuk mencari uang, tapi juga karena kamu mencintainya dan memilihnya sebagai jalan hidup.
Betul sekali... Well anyway kamu datang ke tempat yang tepat di Jakarta. Stadium punya crowd yang antusias dan mereka bertahan di dancefloor jauh lebih lama daripada di klub manapun!
Ah, that's cool!
Biasanya berapa lama sih satu set-mu?
Sampai 7 jam juga bisa.
Wah, daya tahan kamu hebat ya...
Ya, saya suka musik sih...
Adakah saran yang dapat kamu bagi untuk DJ-DJ baru Indonesia?
Ya, jadilah dirimu sendiri dan kreatiflah!
Thank you djB, we wish you all the best for your gig tonight!
You're welcome!

COMMENTS

ARTISTS RELATED

-

B

603 Hits

RELATED ARTICLES

Interview
Mon 23 Apr 2007

DJ Interview - Abel Ramos (Spain)

5 shared tags
Interview
Mon 19 Feb 2007

DJ Interview - DJ 19 (Japan)

5 shared tags
Interview
Sun 10 Dec 2006

DJ Interview - Pippi (Italy)

5 shared tags
Interview
Mon 2 Jul 2007

DJ Interview - DJ Tarkan (Turkey) & DJ V-Sag (Greece)

5 shared tags
Interview
Sun 10 Dec 2006

DJ Interview - Andrew K (Greece)

5 shared tags
Interview
Mon 28 May 2007

DJ Interview - AME's Frank Wiedemann (Germany)

5 shared tags
Interview
Mon 20 Nov 2006

DJ Interview - Simon & Shaker (Spain)

5 shared tags
Interview
Fri 30 Nov 2012

DJ Interview - John 00 Fleming (UK)

5 shared tags
Report
Mon 4 Feb 2013

Guy J - Stadium (Jakarta) - 02.02.2013

5 shared tags
Interview
Mon 4 Feb 2013

DJ Interview - Guy J (UK)

5 shared tags
Report
Sun 28 Oct 2007

Stadium X Anniversary - Stadium (Jakarta) - 27.10.2007

4 shared tags
Report
Tue 3 Jul 2007

Tarkan and V-Sag - Stadium (Jakarta) - 30.06.2007

4 shared tags

STATS

RANK
HITS
3.2K
HITS
Interview - DJ Interview - djB (Singapore)